Sabtu, 06 Mei 2017

PENGERTIAN PSIKOPAT

Apa yang pertama terlintas di benak Anda ketika mendengar kata psikopat?

Orang yang sakit jiwa, memiliki kelainan mental, sadis, atau seorang anti sosial?

Beberapa definisi psikopat seperti di atas memang terdengar mengerikan, namun tidak dapat dipungkiri jika psikopat memang ada. Secara harfiah, kata psikopat merupakan gabungan dari kata psyche yang berarti jiwa, serta pathos yang berarti penyakit. Psikopat memang berarti orang yang memiliki kelainan mental dan memiliki kecenderungan sakit jiwa. Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah seorang psikopat berbeda dengan orang gila. Biasanya hal-hal yang dilakukan seorang psikopat akan menimbulkan kerugian bagi banyak orang di sekitarnya.

Seorang psikopat juga bisa disebut sebagai seorang sosiopat atau seseorang yang memiliki kecenderungan mengucilkan dirinya sendiri dari orang lain dan lingkungannya. Sikap anti sosial memang diyakini dimiliki oleh seorang psikopat. Walaupun seorang psikopat memiliki kecenderungan sakit jiwa, namun terdapat perbedaan yang sangat besar dan jelas antara seorang psikopat dengan orang gila. Perbedaan dengan gila adalah bila orang gila tidak menyadari apa yang diperbuatnya, maka sebaliknya, seorang psikopat mengingat dan mengetahui dengan jelas setiap perbuatannya. Bahkan bukan tidak mungkin ia justru merencanakan terlebih dahulu apa yang hendak dilakukannya dengan matang.

Hal yang cukup mengkhawatirkan dari kasus psikopat adalah kemungkinannya yang kecil untuk disembuhkan. Seorang psikopat akan lebih sulit disembuhkan walaupun dengan menjalani rehabilitasi selama bertahun-tahun. Parahnya, banyak di antara psikopat yang hidup bebas di masyarakat tanpa terdeteksi. Mereka tinggal di antara kita dan bukan berada di rumah sakit jiwa, panti rehabilitasi, maupun penjara. Mengapa psikopat sulit sekali untuk ditemukan atau dideteksi? Banyak survei yang telah membuktikan bahwa perilaku seorang psikopat sangat tenang dan bahkan cenderung lebih baik ketika bersosialisasi di masyarakat. Mereka dapat bertindak sangat bijaksana dan karismatik, care, dan bahkan suka menolong. Maka sering tidak diketahui dan tidak ada yang bisa menyangka bahwa seorang yang baik dan terhormat mempunyai kepribadian serta memiliki sifat atau kecenderungan seorang psikopat di dalam dirinya. Intinya adalah seorang psikopat juga dapat membaur dengan baik dengan masyarakat.

Seorang psikopat selalu dapat membuat kamuflase yang rumit, ia tidak ragu memfitnah, berbohong, serta pandai dalam memutar balik kata dan fakta demi kepuasan dirinya sendiri. Hal ini merupakan sebuah kesimpulan dari penelitian selama 25 tahun yang dilakukan oleh Robert D. Hare, seorang ahli psikopati dan guru besar di Universitas British Columbia. Untuk mengenali seorang psikopat atau cara mengetahui psikopat dapat dilakukan dengan semacam tes psikopat sederhana berupa beberapa pertanyaan-pertanyaan. Pertanyaan untuk psikopat ini akan dapat menyimpulkan apakah seseorang memiliki kecenderungan jiwa psikopat atau tidak.

Berikut ini akan dijelaskan tentang beberapa daftar pertanyaan psikopat sehingga Anda dapat mengenali diri Anda sendiri atau bahkan mungkin Anda dapat dengan lebih mudah mengenali sosok seorang psikopat yang berada di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Pertanyaan untuk test psikopat ini memang tidak dapat menjadi jaminan jika Anda adalah seorang psikopat atau bukan seorang psikopat. Meskipun dari pertanyaan di bawah Anda memiliki jawaban yang mengarah kepada sosok seorang psikopat, namun bukan berarti Anda adalah seorang psikopat. Tes pertanyaan psikopat belum dapat membuktikan seseorang adalah seorang psikopat karena untuk mengetahui dengan pasti apakah seseorang dapat dikatakan sebagai seorang psikopat diperlukan serangkaian tes yang menyeluruh dan mendalam serta dilakukan oleh ahli psikologi.
KUMPULAN PERTANYAAN PSIKOPAT DAN JAWABANNYA

Untuk megetahui apakah Anda atau rekan Anda memiliki sifat yang mirip dan berpotensi sebagai seorang psikopat, maka Anda dapat menjawab pertanyaan di bawah ini. Jawablah dahulu pertanyaan-pertanyaan di bawah ini sebelum Anda melihat kunci jawabannya.
PERTANYAAN :

    Apakah Anda merupakan seseorang yang selalu membuat perencanaan sebelum melakukan suatu hal atau lebih menyukai sesuatu yang berlangsung secara spontan dan mendadak?
    Ketika dihadapkan dengan sebuah situasi yang sulit, apakah Anda mampu bertahan atau menyerah karena tertekan?
    Ketika dihadapkan dengan situasi yang berbahaya, apakah yang akan Anda lakukan : Saya mampu menghadapai situasi berbahaya ini karena dapat membuat keputusan dengan cepat, atau Saya akan meminta bantuan orang lain untuk menghadapi situasi berbahaya ini?
    Diantara merah dan putih, warna apakah yang akan Anda pilih?
    Ketika bertemu dengan seseorang yang sangat Anda sukai, apa yang akan Anda lakukan pertama kali padanya?
    Ketika Anda memiliki seorang tetangga yang sering tidak terlihat dan mengurung diri di dalam rumah, hal apa yang terlintas di benak Anda?
    Hal apakah yang Anda pilih berikut ini : berkelahi, kenakalan, sikap brutal, pornografi?
    Ketika melihat foto prajurit yang telah memenangkan peperangan, tentu ada beberapa bagian tubuh yang terluka ketika terjadi peperangan tersebut. Bagian tubuh manakah yang menurut Anda paling mungkin untuk terkena serangan pertama kali?
    Suatu ketika rumah Anda dimasuki oleh pencuri, untuk mempertahankan diri dan melawan pencuri tersebut, Anda mengambil pisau. Pisau apakah yang Anda pilih : pisau dapur yang tajam atau pisau buah yang tidak tajam?
    Ketika Anda melihat sebuah film dan tokoh utama harus melawan seseorang penjahat yang sedang melarikan diri dan bersembunyi di bawah tempat tidur, apa yang Anda pikir akan dilakukan oleh tokoh tersebut? 

JAWABAN :

    a) Menyukai perencanaan : Orang yang lebih memilih menyusun semua agenda dan rencananya terlebih dahulu lebih memiliki kecenderungan sebagai seorang psikopat. Hal ini dikarenakan seorang psikopat pasti telah merencanakan tahapan-tahapan yang harus dilakukannya secara terstruktur. b) Spontan : Sikap yang gegabah dan terburu-buru sangat bertentangan dengan jiwa seorang psikopat yang tenang dan terencana.
    a) Mampu bertahan : Sudah merupakan sikap seorang psikopat untuk mampu bertahan dalam segala situasi dan keadaan. Seorang psikopat pasti memiliki rencana cadangan / back up plan apabila rencana utamanya tidak berjalan sesuai dengan yang direncanakannya. b) Menyerah karena tertekan : Sikap yang mudah menyerah dan gampang patah semangat sangat bertentangan dengan jiwa psikopat yang menyukai tantangan.
    a) Membuat keputusan dengan cepat : Jika dihadapkan dengan situasi berbahaya, seorang psikopat cenderung justru akan menyukainya dan sama sekali tidak menganggapnya sebagai tantangan, rintangan, maupun hambatan. b) Meminta bantuan orang lain : Sikap ini sangat bertentangan dengan jiwa psikopat yang cenderung mandiri dan melakukan segala sesuatunya sendiri tanpa bantuan orang lain.
    a) Warna merah : Tidak ada indikasi seorang psikopat. Karena warna pada dasarnya mewakili sebuah emosi. Warna merah adalah berani dan semangat. b) Warna putih : Warna yang serng dipilih oleh seorang psikopat karena warna putih cenderung tidak menunjukkan emosi apapun.
    a) Berkenalan apa adanya : Sosok orang biasa akan cenderung berkenalan, dan berjabat tangan dengan sopan dan mengatakan hal-hal basa-basi yang umum untuk mengawali percakapan. b) Berusaha membuatnya terkesan : Sosok seorang psikopat akan mengupayakan apa saja agar orang tersebut terkesan dengan dirinya. Bisa dengan pembicaraan yang menunjukkan wawasannya, kekayaan / kedudukannya, atau bahkan menyanjung orang yang diajak bicara demi mendapatkan kepercayaannya.
    a) Sibuk : Merupakan jawaban umum yang dilontarkan oleh orang apabila sering tidak melihat keberadaan tetangganya. b) Tidak menyukai keramaian : Sebenarnya ini adalah sebuah “pertanyaan jebakan” yang dilontarkan seorang psikolog untuk si psikopat sendiri, mengapa dia jarang terlihat keluar rumah dan bersosialisasi dengan orang lain. Jawaban tersebut mewakili jawaban dari dirinya sendiri tentang apa yang dia rasakan.
    a) Berkelahi, kenakalan, dan sikap brutal : Walaupun terlihat sangat sadis, namun sikap-sikap ini adalah hal yang umum dialami atau dilakukan pada masa muda. b) Pornografi : Kecenderungan senang terhadap pornografi ternyata sangat berbahaya, karena menurut penelitian, pornografi mengajarkan tentang penyiksaan, penderitaan, dan kekerasan dalam kacamata atau sudut pandang sebuah kesenangan. Seseorang yang memiliki jiwa psikopat akan cenderung memilih pornografi sebagai jawabannya.
    a) Kaki dan tangan : Seseorang yang normal akan menjawab jawaban tersebut karena kedua bagian itu adalah bagian tubuh yang paling mungkin mereka pikirkan akan terkena serangan. b) Mata dan jari-jari : Seorang psikopat akan memikirkan lebih terperinci bagian tubuh apa / dimana yang terkena serangan. Dan biasanya selain sangat spesifik, seorang psikopat akan memikirkan jenis penyerangan macam apa yang dapat mengakibatkan mata, jari-jari tangan, maupun bagian tubuh yang lain untuk mendapatkan jenis penyiksaan dengan penderitaan yang lama dan menyakitkan.
    a) Pisau dapur : Orang normal akan lebih cenderung memilih pisau dapur yang tajam agar dapat segera melukai pencuri tersebut. b) Pisau buah : Seorang yang memiliki kecenderungan jiwa psikopat akan memilih pisau buah yang tidak terlalu tajam karena dia tidak ingin cepat-cepat “membereskan” masalah tersebut. Seorang psikopat akan menikmati proses yang lama akibat pisau tumpul tersebut. Psikopat akan senang melihat korbannya tersiksa secara perlahan-lahan.
    a) Segera mencari dibawah tempat tidur dan melukainya : Orang yang normal akan berfikir itu sebuah kesempatan, sehingga akan lebih baik apabila langsung mengakhirinya pada saat itu juga. b) Menunggu korban keluar, baru kemudian memburunya : Hal berbeda dirasakan seorang psikopat, dia akan menunggu korbannya merasakan ketakutan kemudian melukainya secara perlahan-lahan. Teror yang dia ciptakan merupakan kepuasan dan kesenangan seorang psikopat, dan dia akan menikmatinya.

CONTOH PSIKOPAT DAN KASUS PSIKOPAT

    Jiwa psikopat nyatanya tidak hanya dimiliki oleh orang-orang dewasa. Beberapa kasus pembunuhan di seluruh dunia ternyata melibatkan tersangka di bawah umur dan anak-anak. Sungguh mengerikan mengetahui fakta bahwa anak-anak sudah menjadi pembunuh. Hal yang lebih mencengangkan lagi adalah fakta bahwa anak-anak kecil tersebut merupakan seorang psikopat yang sangat tega dan malah menikmati apa yang telah dilakukannya. Berikut ini terdapat beberapa kasus pembunuhan yang dilakukan oleh psikopat dengan usia di bawah umur :
    Bullying merupakan hal yang sangat berbahaya namun tidak jarang ditemui pada lingkungan pendidikan. Hal inilah yang mendasari seorang siswa kelas 1 sekolah dasar di Winterberry Charter melakukan rencana membunuh teman sekelasnya dengan cara mencampurkan silica gel dalam kotak makan siang temannya. Untunglah hal ini sempat diketahui oleh guru dan pihak pendidikan sebelum menimbulkan akibat yang buruk.
    Kebencian pada suatu hal juga dapat berujung tidak baik. Pada Februari 1996, seorang anak laki-laki berusia 15 tahun bernama Barry Dale Loukaitis melakukan penembakan secara membabi-buta kepada seluruh teman sekelas dan gurunya pada saat pelajaran Aljabar berlangsung. Akibatnya, guru dan dua orang teman sekelas Barry meninggal dunia. Diketahui Barry sangat membenci pelajaran Aljabar. Dan setelah melakukan aksinya, dengan tenang dan tersenyum Barry berkata, “Ini akan menyelesaikan materi Aljabarnya, bukan?”
    Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun bernama Jesse Pomeroy telah melakukan penyiksaan dan pembunuhan anak berusia 4 tahun pada tahun 1871 sehingga mengakibatkan dirinya ditangkap dan dipenjara, namun karena berkelakuan baik, Jesse pun akhirnya dibebaskan. Tidak lama terdapat serentetan kasus pembunuhan anak-anak kecil lainnya yang setelah diselidiki ternyata merupakan aksi dari Jesse, dan Jesse sendiripun mengakui semua perbuatannya. Pemerintah akhirnya menghukum dengan hukuman seumur hidup serta rehabilitasi jiwa.
    Pada tahun 1993, Robert Thompson dan Jon Venables yang masih anak-anak, menculik seorang anak berusia tiga tahun di sebuah pusat perbelanjaan. Mereka berdua lantas membawa anak kecil tersebut ke bagian belakang gedung untuk menyiksanya, melukai bagian kepala, serta melakukan kekerasan seksual hingga meninggal. Mereka kemudian meninggalkan mayat anak tersebut di sebuah rel kereta di dekat pusat perbelanjaan tersebut. Robert dan Thompson diberi hukuman kurungan rumah selama 8 tahun hingga mereka cukup umur untuk dilakukan sidang.
    Eric Smith seorang anak berwajah innocent berusia 13 tahun pada tahun 1993 melakukan penculikan terhadap tetangganya yang masih balita kemudian membawanya ke hutan di dekat rumahnya. Eric menyiksa balita tersebut dengan berbagai alat seperti batu dan kayu, bahkan Eric juga memutilasi dan membiarkan jasad balita tersebut di hutan. Eric dihukum 5 tahun tahanan rumah. Kemudian pada 1998 Eric kembali dihukum penjara selama 9 tahun.

Sumber: ciputrauceo

Pertanyaan Psikopat dan Jawabannya

Read More

    “You are never too old to set another goal or to dream a new dream.” - C.C. Lewis

Tidak ada kata terlambat untuk bermimpi. Selama seseorang masih memiliki akal dan masih bisa bernafas, maka memiliki mimpi adalah hal yang sangat wajar untuk dilakukan. Sayangnya, mengejar mimpi biasanya tidak semudah bermimpi. Ya, bermimpi memang mudah, tapi mengejar mimpi dan menjadikannya sebuah kenyataan adalah hal yang susah-susah gampang.

Setiap orang setidaknya memiliki satu impian dalam hidupnya. Untuk mengejar mimpi dalam hidup, tentunya dibutuhkan sebuah kerja keras. Mimpi itu tidak terbatas, kita boleh bermimpi menjadi apa saja. Bagi orang lain, impian kita mungkin terdengar aneh, namun selama kita menyukainya berarti tidak ada yang salah dengan impian kita tersebut.

Beberapa orang bisa dengan mudah meraih apapun dalam hidupnya. Setiap mengejar mimpi, mereka selalu bisa dengan mudah mendapatkannya. Bagi sebagian yang lain, mengejar mimpi ibarat mengejar layang-layang di jalan raya. Banyak rintangannya, banyak bahaya yang diakibatkannya. Beberapa yang lain justru kurang beruntung, karena tidak pernah bisa mengejar mimpi sampai akhirnya mereka menyerah sendiri.

Mengejar mimpi bukanlah sesuatu yang salah, sehingga banyak quotes yang menasehati kita supaya berani bermimpi, berani mengejar mimpi besar, berani memperjuangkan mimpi. Meskipun klise, tapi apa yang dikatakan dalam banyak quotes memang tidak salah. Mimpi itu memang harus dikejar, mimpi itu memang harus diraih, sehingga kita harus berani untuk mulai bermimpi dan mulai untuk mengejarnya.
PENGHALANG MENGEJAR MIMPI

Apa yang menghalangi seseorang dalam mengejar mimpi? Mungkin sesuatu di dalam diri atau mungkin sesuatu yang ada di luar dirinya. Apapun itu, sebenarnya selalu ada seribu cara menghadapi penghalang untuk mengejar mimpi.

Kita tidak pernah tahu dan tidak pernah bisa mengendalikan berbagai halangan yang hadir di luar diri kita. Akan tetapi, kita selalu memiliki kuasa penuh untuk menghadapi pengahalang yang datang dari diri kita sendiri. Berikut adalah beberapa pikiran atau sugesti yang sering kali menjadi alasan bagi kita untuk tidak mengejar mimpi.
1. Saya Tidak Cukup Pintar

Setiap orang dilahirkan dengan kemampuannya masing-masing. Dalam sebuah kelas di sekolah dasar saja, selalu ada siswa yang ranking 1 dan ada pula yang mendapatkan ranking 30. Dalam segi akademis, mungkin siswa ranking 1 lebih menonjol dibandingkan siswa ranking 30, tapi apakah itu menjamin jika siswa ranking 1 lebih baik dalam segala hal dibanding siswa ranking 30?

Ketika seseorang merasa tidak cukup pintar, artinya dia tahu jika ada orang lain yang lebih pintar dari dirinya dalam bidang tertentu. Sebagai solusinya, ya tentu saja kita harus belajar agar bisa menjadi lebih pintar. Kepercayaan diri mengenai “saya tidak cukup pintar” sebenarnya tidak salah, namun yang salah adalah asumsi yang kita ciptakan setelahnya.

Sering kali orang memiliki asumsi “Saya tidak cukup pintar, sehingga tidak akan bisa menjadi pengusaha sukses.”

“Saya tidak cukup pintar” adalah fakta. Namun, jika Anda mengatakan tidak bisa menjadi pengusaha sukses, itu hanya asumsi Anda saja. Kata siapa Anda tidak bisa jadi pengusaha sukses?

Memang, para pengusaha sukses adalah mereka yang pintar. Mereka pintar sebagai seorang pengusaha. Tapi, tidak berarti mereka pintar sejak lahir. Dulu, mereka sama dengan Anda, mereka juga pernah tidak cukup pintar. Mereka pintar karena mereka belajar, mencoba, dan mengambil hikmah. Hal itu tidak terjadi dengan sendirinya.
2. Saya Masih Pemula

Banyak orang yang tidak enggan mengejar mimpi karena merasa mereka masih pemula. pernyataan ini sebenarnya cukup menggelitik karena tahukah Anda jika semua orang pernah menjadi pemula? Bahkan Bill Gates juga pernah tidak punya pengalaman.

Jika Anda masih pemula dan belum punya pengalaman, itu karena Anda belum memulainya. Jika Anda sudah memulainya, Anda akan punya pengalaman. Semakin lama Anda mencoba, akan semakin banyak pengalaman. Jadi, jika mau punya pengalaman, maka mulailah “mengalami” apa yang ingin Anda lakukan.
3. Ini Sudah Terlambat Bagi Saya

Tahukah Anda, banyak orang sukses menjadi pengusaha setelah umur 60 tahunan alias memulainya setelah pensiun. Salah satu yang cukup terkenal adalah Kol. Sander, pendiri KFC.

Selama kita masih diberi kesempatan untuk hidup, maka tidak ada kata terlambat untuk bermimpi. Jika apa yang Anda lakukan untuk berbuat kebaikan, mencari rezeki halal, itu bisa dilakukan kapan saja.

Bahkan, jika Anda tidak bisa memetik langsung hasilnya, maka kerja keras kita akan dinikmati oleh anak cucu serta keturunan kita selanjutnya.
4. Saya Tidak Bisa Melakukannya, Kecuali …

“Seandainya saya punya modal, saya pasti bisa menjadi pengusaha. Saya tidak bisa menjadi pengusaha kecuali saya punya modal yang cukup.”

Penyataan di atas seringkali kita dengar sebagai alasan yang digunakan seseorang untuk tidak segera memulai mengejar mimpi mereka menjadi pengusaha.

Pernyataan tersebut jelas keliru, sebab banyak contoh kasus orang yang sukses menjadi pengusaha meski saat mulai dia tidak memiliki modal uang.

Untuk bisa mengejar mimpi, Anda harus yakin apa pun hambatan atau masalah Anda, akan ada solusinya jika Anda mau mencarinya.
5. Inilah Saya, Begini Adanya

Banyak orang yang gagal mengejar mimpi karena tidak yakin pada kemampuan diri sendiri. Padahal, usaha yang dilakukannya belum mencapai maksimal. Pesan yang bisa diambil di sini adalah jangan pernah yakin diri tidak mampu karena sesuatu tidak berjalan baik. Anda tetap bisa, meski keadaan sedang memburuk. Jika memang saat ini Anda benar-benar tidak mampu, artinya Anda perlu membangun kemampuan Anda dengan belajar dan mencoba. Jangan pernah berpikir selamanya akan tidak mampu.
6. Saya Terlalu Sibuk

Coba Anda hitung, sepanjang hidup Anda ada berapa orang yang seringkali mengatakan “Saya tidak punya waktu,” ketika diajak untuk melakukan sebuah kegiatan.

Pertanyaanya adalah “siapa yang punya waktu?”

Semua orang punya waktu selama masih diberi hidup. Waktu Anda 24 jam setiap hari. Apakah Steve Jobs punya waktu 35 jam per hari? Tidak, sama saja, hanya 24 jam.

Artinya, alasan “terlalu sibuk atau tidak punya waktu” hanya alasan mengada-ngada atau memang tidak mau.

“Tapi benar lho, ada banyak hal yang harus saya lakukan!” Ya, memang benar.

Pertanyaannya adalah mengapa Anda memilih melakukan yang selama ini Anda lakukan, bukan melakukan hal baru?

Kuncinya adalah keputusan Anda. Apakah Anda mau memilih apa yang sudah biasa Anda lakukan atau melakukan hal baru. Jadi bukan masalah waktu, bukan malah sibuk, tetapi masalah keputusan Anda, apa yang mau Anda lakukan.
ILUSTRASI MENGEJAR MIMPI (UCEO)

ILUSTRASI MENGEJAR MIMPI (UCEO)
PRINSIP DALAM MENGEJAR MIMPI ANDA

Ada banyak jalan menuju Roma. Ada banyak cara untuk mengejar mimpi dan menjadikannya kenyataan. Dalam mengejar mimpi, selalu ada proses yang harus dilalui. Tiap orang harus memiliki prinsip agar ia  bisa mengejar mimpi dengan lebih mudah. Setidaknya, Anda harus memiliki 4 prinsip ini agar Anda bisa mengejar mimpi dan mewujudkan mimpi Anda tersebut.
1. Mimpi Itu Datangnya Dari Dalam Hati Kita Sendiri.

Jangan bermimpi karena emosi, apalagi sekadar ingin membuktikan diri. Dalam meraih mimpi, kita seringkali hanya melakukannya demi membahagiakan orang lain atau sekadar membuktikan jika diri kita bisa. Padahal, mimpi adalah milik kita sendiri. Kita tidak perlu mengorbankan mimpi kita demi orang lain.
2. Mimpi Itu Layak Diperjuangkan.

Jika ingin meraih sesuatu, jangan pernah berhenti sebelum berhasil. Untuk bisa berhasil, Anda harus mengerahkan segala kemampuan yang Anda miliki. Jika kita memiliki mimpi, pastikan kita melakukan yang terbaik sehingga kegagalan tidak akan membuat kita menyesal atau merasa bersalah.
3. Berdamailah Dengan Diri Sendiri.

Memiliki mimpi besar, kemudian gagal untuk meraihnya. Jika Anda pernah mengalami hal tersebut, maka Anda pasti tahu bagaimana rasanya.Kegagalan adalah sesuatu yang sangat mungkin untuk terjadi, namun jangan sampai sebuah kegagalan membuat kita stres dan menyerah. Saat Anda sukses, orang akan sibuk melihat kesuksesan Anda. Mereka mungkin akan lupa, jika Anda dulu juga pernah gagal.
4. Manfaatkan Setiap Kesempatan yang Datang Sebaik-baiknya.

Bukan cuma satu, tapi Anda memiliki banyak jalan untuk meraih mimpi Anda. Jika Anda tidak bisa sukses dengan cara A, maka masih ada cara B, C, D, dan seterusnya. Hal ini merupakan alasan mengapa kita tidak boleh menolak setiap kesempatan yang ada. Bahkan, kemungkinan terkecil pun bisa menjadi jalan bagi Anda untuk mengejar mimpi Anda.
CARA MENGEJAR MIMPI ANDA

Setiap orang memiliki cara sendiri-sendiri untuk mengejar mimpi. Ada orang yang melakukannya dengan mengikuti arus kehidupan, namun ada pula yang banting setir sebagai strateginya. Sebenarnya tidak ada cara yang salah dalam mengejar mimpi. Masing-masing orang memiliki cara terbaik untuk mengejar mimpi. Berikut ini, aterdapat beberapa cara yang bisa pula Anda lakukan sebagai pedoman untuk mengjar mimpi Anda.
1.  Tetapkan Target Anda

Perjelas tujuan Anda dalam beberapa hari, beberapa bulan atau beberapa tahun ke depan. Anda harus menggambarkan dengan jelas apa yang ingin diraih, lebih baik jika tujuan itu Anda tulis di atas kertas dan terpampang di meja kerja atau di dinding kamar.  Figure Out Your Goals akan memperkuat alam bawah sadar Anda yang secara pasti mengangkat semangat Anda untuk meraih impian tersebut.
2.  Buatlah Komitmen

Konsistensi dalam sebuah proses akan menjamin keberhasilan. Karena itu, komitmen Anda dalam proses dan langkah yang akan diambil dalam mengejar mimpi adalah kunci utama kesuksesan Anda. Komitmen adalah keberanian membuat keputusan (Decision Making) dari sekian banyak pertimbangan dan keraguan.  Langkah pasti hanya akan terjadi pada saat Langkah pertama telah diambil dan dilanjutkan dengan langkah demi langkah lainnya.
3.  Buat Perencanaan

Perencanaan adalah petunjuk langkah kerja Anda untuk sukses.  Tanpa arah dan tujuan, maka Anda akan menempuh perjalanan panjang tanpa kepastian.  Buatlah perencanaan untuk mengejar mimpi. Mulai dari tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi hasil yang diraih.  Buatlah perencanaan yang mudah dieksekusi dan diimplementasikan. Less is more, kesederhanaan jauh lebih penting daripada kerumitan. Hal ini adalah manajemen strategi paling handal yang perlu Anda lakukan dalam mengejar mimpi.
4.  Segeralah Bertindak

Anda selama ini mungkin selalu menunggu dengan dalih kondisi belum memungkinkan atau keadaan tidak mendukung.  Jangan pernah menunggu kondisi menjadi sempurna jika Anda tidak ingin tertinggal dari orang lain. Kesuksesan bukan menjadi milik orang lain jika Anda meraihnya, maka tidak peduli bagaimana pun kondisi saat ini, Anda harus segera ambil tindakan jika Anda telah menetapkan hati untuk berubah dan berkembang.
5.  Perhatikan Langkah Anda

Tidak semua rencana yang ideal menghasilkan hasil maksimal. Ada begitu banyak kendala dan halangan yang mungkin dialami dan tidak terhindarkan.  Meskipun begitu, masalah bukanlah sesuatu yang harus dhindari, melainkan harus Anda hadapi dengan komitmen dan konsistensi. Perhatikan setiap langkah kerja Anda, terlebih jika hal itu terkait dengan banyak orang dan banyak pihak.
6.  Perbaikan Berkelanjutan

Dunia sangat dinamis dan orang-orang sangat kreatif.  Pasar sangat inovatif dan konsumen sangat sensitif.  Hal-hal tersebut adalah tantangan utama Anda dalam mencapai keberhasilan dan kesuksesan dalam pengembangan diri dan karir.  Perhatikan setiap langkah kerja dan perhatikan lingkungan Anda yang selalu berubah setiap saat.  Ketika Anda lengah  dengan tidak berlaku lebih baik, maka orang lain akan melakukannya. Pada saat tersebut, Anda mulai tertinggal dan kehilangan momen.

Sumber: ciputrauceo

Cara Mengejar Mimpi Untuk Masa Depan

Read More

    “I believe everybody is responsible for what they do themselves.” – Dennis Potter

Rasa tanggung jawab merupakan sebuah sikap yang selalu diajarkan oleh orang tua kepada anak-anaknya semenjak kecil. Setiap orang memang perlu memiliki sikap tanggung jawab terhadap apapun, seperti pekerjaan dan juga pilihan hidupnya sendiri. Saat masih kecil, seorang anak cenderung untuk belum memiliki rasa tanggung jawab. Contoh paling sederhana untuk menggambarkan hal ini adalah seorang anak biasanya enggan membereskan kamarnya yang berantakan setelah bermain boneka seharian. Sikap seperti ini dapat diubah dengan pengertian dan latihan yang diberikan orang tua kepada anaknya. Latihan dan pengertian untuk membereskan kamar setelah bermain bukan hanya perkara membuat kamar menjadi rapi, tapi juga mengajarkan seorang anak untuk bisa bertanggung jawab semenjak ia masih kecil.
PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Jika terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan, maka seorang penanggung jawab dapat dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dan sebagainya.

Pada dasarnya, rasa tanggung jawab merupakan sebuah pengertian untuk memahami tinggi rendahnya akhlak seorang manusia. Seiring dengan perkembangnya, rasa tanggung jawab kemudian berkembang bukan hanya dalam tataran personal, namun juga terkait hubungan dengan orang lain. Artinya, seseorang yang berhubungan dengan pihak-pihak lain tidak bias lepas dari rasa tanggung jawab yang melekat pada dirinya.

Rasa tanggung jawab dibagi menjadi dua jenis, yakni:
1. Tanggung Jawab Moral

Tanggung jawab moral merupakan tanggung jawab yang identik dengan tindakan moral. Tanggung jawab ini terdiri dari dua unsur, yakni kebebasan bertindak dan tindakan integral tanggung jawab (tanggung jawab yang lahir dari hati nurani).
2. Tanggung Jawab Sebagai Warga Negara

Tanggung jawab sebagai seorang warga negara ditanggung oleh semua orang yang tinggal dalam sebuah Negara, baik yang menjabat sebagai pemerintah maupun rakyat biasa. Seorang pejabat memiliki tanggung jawab kepada instansi terkait tugas dan pengabdiannya kepada masyarakat dan Negara. Sementara rakyat memiliki tanggung jawab kepada Negara dan masyarakat yang lain seperti membayar pakaj, mematuhi peraturan lalu lintas, hingga menjaga fasilitas umum.
ILUSTRASI TANGGUNG JAWAB (UCEO)

ILUSTRASI TANGGUNG JAWAB (UCEO)
TANGGUNG JAWAB SEORANG PENGUSAHA

Sama seperti warga negara lainnya, seorang pengusaha juga memiliki tanggung jawab yang harus ditanggungnya. Sebagai seorang pengusaha, tanggung jawab yang ditanggung tentunya sangat luas. Selain tanggung jawab terhadap bisnisnya, seorang pengusaha juga memiliki tanggung jawab terhadap pegawainya, masyarakat yang ada di lingkungan bisnisnya, juga tanggung jawab terhadap lingkungan. Tanggung jawab pengusaha ini sering disebut sebagai tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Sesuai dengan namanya, CSR merupakan bentuk tanggung jawab pengusaha dan perusahaan yang tidak hanya membuat keputusan berdasarkan aspek keuntungan ekonomi, namun juga melalui pembangunan berkelanjutan dalam bidang sosial. Tanggung jawab perusahaan dalam bentuk CSR dilakukan karena perusahaan menyadari jika dalam sebuah bisnis, tidak hanya keuntungan yang bias didatangkan oleh perusahaan, namun juga kerugian bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Dengan kata lain, CSR dapat pula dikatakan sebagai kontribusi perusahaan terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan melalui manajemen dampak, yakni meminimalisasi dampak negatif dan memaksimalisasi dampak positif terhadap seluruh pemangku kepentingan perusahaan.
LINGKUP TANGGUNG JAWAB SOSIAL

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, seorang pengusaha memiliki tanggung jawab yang besar kepada banyak pihak. Dalam tanggung jawab sosial, seorang pengusaha setidaknya memiliki tanggung jawab terhadap empat pihak, yakni lingkunga, konsumen, karyawan dan investornya.
A. Tanggung Jawab Terhadap Lingkungan

Bentuk tanggung jawab pengusaha terhadap lingkungan dapat diwujudkan dengan meminimalkan polusi dan kerusakan lingkungan yang dihasilkan oleh perusahaan. Contohnya, perusahaan dapat menggunakan penghisap zat-zat beracun pada asap yang dikeluarkan dari produksi untuk meminimalkan polusi udara, membuat penampungan limbah yang menyerap zat-zat berbahaya sebelum dialirkan ke aliran sungai untuk meminimalkan polusi air, dan meminimalkan sampah yang dikeluarkan dengan menggunakan bahan-bahan yang dapat di daur ulang untuk meminimalisir polusi air.
B. Tanggung Jawab Terhadap Konsumen

Bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap konsumen dapat diwujudkan dengan menyediakan produk yang berkualitas dan dengan harga yang sesuai. Konsumen memiliki hak untuk memperoleh produk yang aman, memperoleh informasi mengenai produk yang digunakan, hak untuk didengarkan dan hak untuk memilih apa yang hendak dibeli. Tanggung jawab perusahaan terhadap konsumennya juga termasuk dengan memperhatikan etika dalam beriklan, antara lain dengan tidak membuat janji-janji tentang sebuah produk yang tidak ditepati oleh perusahaan.
C. Tanggung Jawab Terhadap Karyawan

Bentuk tanggung jawab yang dapat diberikan perusahaan kepada karyawan adalah dengan melakukan berbagai aktivitas, seperti rekruitmen, pelatihan, promosi dan kompensasi sesuai dengan hak-hak yang harus diperoleh karyawan.
D. Tanggung Jawab Terhadap Investor

Tanggung jawab terhadap investor dapat dilakukan misalnya dengan memberikan laporan keuangan dengan jujur dan sesuai keadaan, tidak memberikan informasi kepada investor-investor tertentu saja, dan memberikan laporan keuangan sesuai dengan aturan dalam laporan keuangan yang berlaku.
MENGELOLA PROGRAM TANGGUNG JAWAB SOSIAL

Sebuah tanggung jawab sosial tidak akan berlangsung dengan baik apabila tidak dikelola dengan baik pula. Sebuah program tanggung jawab sosial membutuhkan program yang diorganisasikan dan dikelola dengan hati-hati. Secara umum, manajer harus melakukan hal-hal berikut:

    Tanggung jawab sosial harus dimulai dari tingkatan manajemen puncak karena tanpa dukungan dari manajemen puncak tidak akan ada program yang berjalan sukses.
    Sebuah komite atau panitia yang terdiri dari manajer-manajer tertinggi harus mengembangkan sebuah rencana yang merinci tingkat dukungan manajemen.
    Seorang eksekutif atau manajer harus bertanggung jawab dalam pengimplementasian program yang telah direncanakan.
    Perusahaan harus melakukan audit sosial, yaitu analisis sistematis mengenai penggunaan dana dan pencapaiannya terhadap tujuan tanggung jawab sosialnya.
 
Sumber: ciputrauceo

Tanggung Jawab Seorang Pengusaha Besar

Read More

Menjadi seorang sekretaris di jaman modern seperti sekarang ini tentu memiliki tantangan yang lebih besar. Bagaimana tidak, jika dibandingkan dengan era jaman dulu, tantangan sekretaris di era globalisasi ini semakin kompetitif. Apabila kita tidak memiliki kapasitas-kapasitas yang harus dimiliki oleh seorang sekretaris, maka tentu akan lebih sulit untuk menjadi seorang sekretaris di masa kini. Tingkat persaingan yang semakin tinggi berimbang dengan kualitas-kualitas terbaik yang dimiliki oleh calon-calon sekretaris muda ini menjadikan pekerjaan sebagai seorang sekretaris sangat kompetitif.

Seorang sekretaris pada jaman dulu hanya memiliki kewajiban-kewajiban yang ringan dan dapat dikatakan standar perusahaan, yaitu misalnya tugas untuk mengurus keperluan kantor. Namun pekerjaan sebagai seorang sekretaris di masa kini memiliki tingkat tantangan yang berbeda. Tantangan sekretaris masa kini lebih banyak dan lebih kompleks, misalnya saja sekretaris dituntut harus berpengetahuan / berwawasan luas, mampu menghadapi situasi yang tidak terduga, mampu bertindak dan mengambil keputusan secara cepat dan tepat, dan lain sebagainya.

Saat ini tantangan sekretaris dalam bekerja pun semakin beragam, hal ini dikarenakan penyesuaian terhadap laju perubahan modernisasi kehidupan. Industri perekonomian yang semakin maju pesat tidak dapat memberikan kesempatan kepada seorang sekretaris untuk bekerja dengan bersantai-santai.

Tantangan sekretaris bermacam-macam, misalnya saja tantangan sekretaris profesional, maka sekretaris tersebut harus dapat menjadi seseorang yang memiliki berbagai informasi yang kemungkinan sewaktu-waktu dapat dibutuhkan. Sekretaris profesional dapat mensupport tentang informasi, teknis, serta pendukung kelancaran acara kantor antara semua karyawan dan atasannya.

Saat ini sekretaris tidak hanya terbatas pada batasan gender, karena di era globalisasi ini sudah sering dan banyak ditemui sekretaris pria. Tentunya tantangan sekretaris pria ini tidak berbeda jauh dengan tangan sekretaris wanita. Baik sekretaris pria dan wanita, memiliki tantangan sekretaris kantor yang juga mencakup seluruh area pekerjaan sekretaris pada umumnya.
Pengertian Sekretaris

Sebelum memahami lebih jauh tentang tantangan sekretaris, akan lebih baik apabila terlebih dahulu mengerti tentang arti dari seorang sekretaris. Sekretaris ini berasal dari Bahasa Latin ‘secretum’ dan Bahasa Belanda ‘secretaries’ yang memiliki arti rahasia. Dalam Bahasa Inggris, sekretaris adalah ‘secretary’ yang juga memiliki arti rahasia. Maka dari itu, sekretaris dimaknai pekerjaan seseorang yang memiliki kewajiban untuk menjaga rahasia baik perusahaan maupun atasannya. Namun dalam prakteknya, jenis pekerjaan sekretaris memiliki arti dan peran yang cukup luas, tidak sekedar terkait tentang menjaga rahasia.

Profesi sekretaris tidak hanya berkutat pada pekerjaan seputar arsip dan filling berkas-berkas serta dokumen kantor. Memang pada dasarnya seorang sekretaris harus dapat merangkap menjadi seorang tenaga administrasi, namun pada kenyataannya tugas seorang sekretaris memiliki cakupan kerja yang lebih luas. Seorang sekretaris juga dituntut memiliki sikap dan perangai yang sopan serta tata krama yang baik. Tata krama sekretaris mencakup keterampilan menampilkan citra perusahaan dengan baik, memiliki etika kerja yang baik, sopan dan bertanggung jawab, dapat menjaga rahasia perusahaan, mampu membawa diri pada setiap kesempatan, dan lain sebagainya.           
 Jenis-jenis Sekretaris

Sekretaris memiliki beberapa jenis jabatan berdasarkan ruang lingkup tanggung jawabnya, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Sekretaris Organisasi / Executive Secretary

Sekretaris organisasi adalah seorang sekretaris yang memiliki tugas untuk sebuah project kesekretariatan di sebuah instansi perusahaan maupun pemerintahan. Beberapa tugas dari sekretaris organisasi mencakup merencanakan dan mengatur, penyusunan tata kerja beserta struktur organisasi, membuat keputusan, mengarahkan, koordinasi, serta monitoring.

2. Sekretaris Pimpinan / Private Secretary

Sekretaris pimpinan dapat dikatakan adalah orang kepercayaan atau tangan kanan dari seorang atasan. Biasanya sekretaris pimpinan tidak memiliki anak buah dan hanya bekerja untuk salah seorang pimpinan saja. Sekretaris pimpinan biasanya bertugas untuk membantu meringankan beban pimpinannya.

3. Sekretaris Pribadi / Personal Secretary

Sekretaris pribadi membantu aktivitas pekerjaan kantor seseorang secara personal. Pekerjaan ini biasanya bersifat pribadi, sehingga sekretaris pribadi tentu harus memiliki tanggung jawab untuk menjaga rahasia serta melaksanakan tugas yang diberikan secara khusus kepadanya tersebut secara baik dan bertanggung jawab.

4. Sekretaris Junior  dan Sekretaris Senior

Berdasarkan kemampuan dan pengalaman kerjanya, sekretaris dibagi kedalam dua golongan yaitu sekretaris junior dan sekretaris senior. Sekretaris junior adalah seseorang yang baru masuk dan bergabung kedalam bidang pekerjaan sekretaris. Tentu seseorang tersebut belum memiliki pengalaman dan masih memerlukan pengarahan dari atasan maupun senior-seniornya. Tidak jarang sekretaris junior masih sering melakukan kesalahan karena belum terbiasa dengan tugas dan pekerjaannya. Sedangkan sekretaris senior adalah sekretaris yang telah cukup berpengalaman dalam bidang kerja tersebut sehingga mampu bekerja secara lebih profesional, inisiatif, dan cenderung lebih sedikit melakukan kesalahan-kesalahan dalam pekerjaan sekretaris.

   
Tantangan Sekretaris di Masa Kini
Pengertian Tantangan Sekretaris

Di era globalisasi dan perekonomian yang kian maju, pekerjaan sekretaris juga memiliki beberapa tantangan baru. Tantangan sekretaris adalah sebuah keadaan dimana pekerjaan sekretaris membutuhkan peningkatan skill dan inisiatif untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang setiap saat dapat muncul. Tantangan sekretaris merupakan hal yang menghambat pekerjaan seorang sekretaris. Maka dari itu, seorang sekretaris harus dapat menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut dan berani menghadapi tantangan sekretaris yang terus berdatangan.

Merupakan suatu kewajiban apabila saat ini seorang sekretaris di tuntut memiliki sikap yang cekatan dan terampil. Karena kedua sikap tersebut adalah sikap yang paling dibutuhkan dalam menghadapi tantangan sekretaris yang kian beragam. Dengan adanya sikap tersebut, seorang sekretaris akan lebih mampu dalam menghadapi tantangan serta menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang muncul.
Macam-macam Tantangan Sekretaris

Lalu apa saja tantangan seorang sekretaris yang biasanya dihadapi dalam dunia kerja? Berikut ini terdapat beberapa contoh tantangan sekretaris yang sering muncul dalam pekerjaan, yaitu sebagai berikut :

1. Memiliki Wawasan tentang Perusahaan

Sangat penting untuk memahami tentang seluk beluk perusahaan tempat bekerja. Serta langkah baiknya apabila juga mengetahui tentang latar belakang, sejarah, dan bahkan pendiri, pemilik, pengurus, serta pemegang saham perusahaan. Dengan lebih mengetahui dan memahami semua aspek tentang perusahaan, maka seseorang akan lebih memahami tentang visi dan goal-goal yang ingin dicapai oleh perusahaan. Kemudian, seorang sekretaris akan dapat semakin mudah memposisikan dirinya dalam pekerjaan dengan cara menyesuaikan kemampuannya dengan bidang yang harus digeluti. Tantangan sekretaris ini akan membuat seorang sekretaris dapat mengukur kemampuan kerja serta kompetensinya di perusahaan tersebut. Tantangan ini bisa diubah menjadi sebuah motivasi untuk berubah menjadi semakin baik dan kompetitif.

2. Memiliki Wawasan tentang Produk-Produk Perusahaan

Tidak hanya di bidang marketing, seorang sekretaris juga memiliki tantangan untuk lebih mengenal produk-produk perusahaan. Tantangan sekretaris ini mencakup kewajiban untuk mengenal dan mengerti tentang produk-produk yang ditawarkan oleh perusahaan tempat bekerja. Dengan lebih mengenal produk tersebut, maka seorang sekretaris akan semakin mahir dalam hal pemasarannya. Seorang sekretaris dituntut untuk memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas tentang segala hal. Dan pengetahuan tentang produk-produk perusahaan ini akan sangat membantu ketika perusahaan sedang mengadakan meeting-meeting eksternal, serta kerjasama dengan partner dan perusahaan lainnya.

3. Mengetahui Rekan Bisnis serta Kompetitior Perusahaan

Setelah mengenal perusahaan tempat bekerja serta produk-produk perusahaan tersebut, maka akan lebih baik apabila seorang sekretaris juga mengetahui tentang keseluruhan rekanan bisnis dan partner kerjasama yang dilakukan oleh perusahaan. Selain itu, sangat penting juga untuk memiliki pengetahuan tentang kompetitor-kompetitor perusahaan. Hal ini akan menjadikan seorang sekretaris lebih cakap dalam bekerja serta lebih mampu memposisikan diri dalam bersikap kepada rekan bisnis maupun kepada kompetitor. Tantangan sekretaris yang satu ini akan membuat perusahaan semakin maju dengan masukan-masukan serta evaluasi. Karena dengan mengenal kawan dan lawan, perusahaan akan semakin termotivasi untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik.
Tantangan Sekretaris di Masa Kini
Cara Menghadapi Tantangan Sekretaris

Setelah disebutkan mengenai macam-macam tantangan sekretaris, beberapa cara dapat dilakukan dalam menghadapi tantangan sekretaris tersebut. Salah satu kunci utama untuk menghadapi tantangan sekretaris adalah harus mempunyai wawasan yang luas dan selalu belajar dengan teknologi terbaru yang dapat membantu pekerjaannya. Selain itu, tantangan sekretaris dapat dihadapi dengan aksi atau tindakan dengan dibantu oleh aspek psikologis. Yang dimaksud dengan aspek psikologis contohnya adalah kemampuan untuk mengontrol emosi. Proses tersebut dapat dilakukan melalui cara manajemen diri, membentuk citra diri yang positif, memiliki keseimbangan pribadi (keseimbangan kehidupan pribadi dan karir), keterampilan pribadi (kemampuan-kemampuan yang dapat dikembangkan), serta harga diri (menghargai keunikan diri).

Melalui aksi, cara menghadapi tantangan sekretaris adalah melalui beberapa aksi nyata yaitu memiliki keahlian dan pengetahuan sesuai dengan profesi, mempunyai motivasi tinggi, membentuk rasa percaya diri yang tinggi, memiliki sikap terbuka terhadap orang lain, mampu menerima kekurangan yang dimiliki, keyakinan dalam menghadapi masalah, memahami peran dan fungsi, tugas serta tanggung jawab sebagai seorang sekretaris, serta memiliki etika profesi sekretaris yang bertanggung jawab.
Peluang Menjadi Sekretaris
Menjadi seorang sekretaris memiliki beberapa keuntungan, salah satu keuntungan menjadi sekretaris adalah memiliki kemampuan untuk mengerjakan tugas secara multi tasking, pekerjaan ini akan meningkatkan skill Anda di berbagai bidang keahlian. Apabila Anda merasa tertarik dan tertantang untuk menjadi seorang sekretaris pada saat ini, maka beberapa tips berikut mungkin dapat membantu untuk menjadi seorang sekretaris yang profesional. Beberapa tipsnya adalah sebagai berikut :

1. Memiliki Wawasan yang Luas

Seorang sekretaris harus memiliki pengetahuan yang luas di berbagai bidang. Karena pekerjaan sekretaris pada saat ini tidak hanya terbatas pada pekerjaan mengetik, menangani email, menerima telepon, membuat appointment, dan membuat presentasi semata. Untuk menghadapi kompetisi di era globalisasi ini, seorang sekretaris membutuhkan wawasan yang luas agar dapat bekerja dengan lebih kreatif dan inovatif. Sisi positif lainnya adalah dapat mengambil keputusan yang tepat dengan cepat serta memperluas networking.

2. Memiliki Kecerdasan Emosi

Menjadi seorang sekretaris memerlukan tingkat kontrol emosi yang baik. Bagaimana tidak, seorang sekretaris akan selalu berinteraksi dengan banyak orang yang berbeda-beda setiap harinya. tentu masing-masing orang tersebut memiliki kepribadian dan karakter yang beragam. Maka dari itu, seorang sekretaris yang mampu mengontrol emosinya merupakan nilai tambah positif bagi sebuah perusahaan.

3. Memiliki Keahlian yang Spesifik

Keterampilan seorang sekretaris seperti mampu mengoperasikan komputer, filling, dan lain sebagainya sudah tentu merupakan hal yang umum dimiliki oleh sebagian besar orang yang tertarik dengan pekerjaan sekretaris. Namun hal apa yang dapat membedakannya? Tentu sebuah keahlian yang lebih spesifik. Katakanlah misalnya saja Anda memiliki keahlian di bidang legal, accounting / financing, human resource, maupun pajak (tax), maka hal tersebut akan menjadi nilai tambah bagi Anda untuk menjadi seorang sekretaris kompeten yang dibutuhkan.

4. Mampu Menguasai Manajemen Informasi

Sekretaris dikenal sebagai sosok yang berperan sebagai penghubung informasi satu sama lain, baik perseorangan maupun lintas departemen. Maka dari itu, seorang sekretaris harus memiliki kemampuan untuk menyimpan dan menyampaikan informasi dengan akurat kepada orang / departemen yang tepat. Sekretaris dapat menjadi penghubung penyampaian informasi di dalam perusahaan.

5. Menguasai Teknologi

Teknologi yang dimaksud adalah teknologi komunikasi. Seperti yang diketahui, komunikasi ini sangat luas cakupannya, bisa terjadi komunikasi langsung (tatap muka), maupun komunikasi secara tidak langsung (telepon, internet, dan sebagainya). Komunikasi langsung memerlukan seorang sekretaris yang cakap berkomunikasi, dan memiliki keahlian melakukan presentasi sendiri yang menarik dan persuasif. Pada saat ini, seorang sekretaris dituntut untuk dapat bekerja secara mandiri, dapat diandalkan, percaya diri, serta berinisiatif tinggi. 

Sumber: ciputrauceo

Tantangan Sekretaris Saat Ini

Read More

Perkembangan kebudayaan dan teknologi yang semakin pesat, berakibat semakin mudahnya masyarakat untuk memperoleh informasi melalui berbagai sumber dengan berbagai sarana/metode. Saat ini informasi bisa dengan mudah didapatkan melalui media-media baik online maupun cetak. Banyak pengaruh positif terhadap perubahan era modernisasi ini, namun tidak bisa dipungkiri bahwa perubahan tersebut juga dapat menimbulkan sisi negatif. Salah satunya adalah semakin meningkatnya akulturasi budaya Barat dengan Timur yang pada suatu keadaan tertentu dinilai kurang sesuai.

Perubahan-perubahan ini tidak bisa dipungkiri menjadi pemicu semakin menipisnya sikap-sikap luhur yang telah dimiliki masyarakat sejak dulu, salah satunya adalah budi pekerti. Sikap budi pekerti ini sangat penting karena dapat memberikan keseimbangan dan keharmonisan dalam hidup bermasyarakat, karena budi pekerti berperan penting sebagai identitas dan budaya sebuah bangsa.

Pengertian budi pekerti menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia tahun 1989 adalah sebuah tingkah laku, perangai, serta akhlak dan watak. Budi pekerti secara epistimologi terdiri atas dua kata yaitu budi dan pekerti. Budi dalam Bahasa Sansekerta berarti kesadaran, pengertian, pikiran, dan kecerdasan. Sedangkan pekerti adalah penampilan, perilaku, dan aktualisasi. Sehingga budi pekerti dapat dimaknai sebagai sebuah kesadaran seseorang dalam bertindak dan berperilaku.

Budi pekerti merupakan sebuah sikap positif yang termasuk didalamnya adalah tindakan sopan santun. Budi pekerti merupakan sebuah sikap dan tindakan yang diperoleh berdasarkan kebiasaaan yang dilakukan sedari kecil. Budi pekerti adalah sebuah sikap yang akan terbentuk dalam benak setiap orang serta dengan sendirinya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Budi pekerti dapat diasosiasikan dengan moral, etika, akhlak mulia, tata krama, dan sopan santun.

Pengertian moral adalah sebuah tata laku atau perbuatan yang berasal dari kesadaran individu atau diri sendiri dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat. Moral ini selain berdampak pada individu, namun juga sangat memungkinkan berdampak kepada orang lain. Moral yang baik atau buruk, tergantung pada nurani dan budi pekerti yang dimiliki oleh masing-masing individu. Karena setiap orang memiliki pemahaman dan penerapan budi pekerti yang berbeda-beda, maka moral setiap orang juga berbeda-beda. Penilaian tentang baik atau buruknya moral seseorang ini akan berdampak langsung kepada sebuah kelompok / organisasi, dan masyarakat. Contohnya adalah ketika seseorang dikatakan tidak bermoral, dia akan melakukan hal-hal buruk yang dapat merugikan masyarakat misalnya melakukan pelecehan, pembunuhan, pencurian, tidak menghormati orang yang lebih tua, dan lain sebagainya. Kembali lagi yang akan menilai suatu tindakan itu bermoral atau tidak adalah orang lain atau masyarakat. Sehingga moral adalah suatu tindakan dan interaksi yang dilakukan seseorang dimana  tindakan tersebut akan dinilai apakah dapat diterima atau tidak dengan norma dan budaya yang berlaku di masyarakat.

Walaupun sangat mirip, moral ini berbeda dengan etika. Pengertian etika adalah suatu kebiasaan yang diterima pada sebuah keadaan, suatu kelompok, organisasi, atau masyarakat tertentu. Etika juga menilai baik buruknya sebuah akal pikiran seseorang yang kemudian berbuah pada suatu tindakan. Sumber penilaian ini adalah berdasarkan norma yang berlaku di masyarakat. Etika merupakan sebuah dasar dari terbentuknya moral di suatu komunitas atau masyarakat. Beberapa contoh etika dalam masyarakat misalnya adalah etika dalam bertamu, etika mengantri, dan etika ketika makan. Dalam bertamu atau melakukan kunjungan kerumah orang lain, tetangga misalnya, tentu terdapat sebuah etika bertamu yang harus dilakukan. Misalnya tidak bertamu pada larut malam, dan tidak bertamu terlalu lama sehingga mengganggu atau membuat tidak nyaman pemilik rumah. Etika dalam hal antri adalah tidak menyerobot antrian melainkan antri sesuai urutan dengan tertib. Untuk etika makan misalnya adalah tidak berbicara ketika makan, tidak mengangkat kaki, tidak makan sambil berdiri, menutup sendok dan garpu di piring ketika selesai makan, dan lain sebagainya. Etika-etika tersebut tidak berlaku secara universal di seluruh tempat dan wilayah. Etika di masing-masing tempat akan berbeda tergantung dengan norma yang berlaku dan budi pekerti luhur yang dimiliki oleh masing-masing individu.

Hubungan budi pekerti, moral, dan etika adalah sebuah tindakan yang mendasari perilaku seseorang, dimana perilaku tersebut akan mendapatkan penilaian baik dan buruk dari masyarakat. Budi pekerti adalah sebuah nilai luhur yang dimiliki seseorang karena kebiasaan yang diterapkan sejak dahulu dan mengakar menjadi sesuatu yang dilakukan sehari-hari. Seseorang yang memiliki budi pekerti, akan memiliki moral yang kemudian dapat diwujudkan menjadi sebuah etika yang baik.
Perbedaan Budi Pekerti, Moral dan Etika
Fungsi Budi Pekerti

Budi pekerti memiliki beberapa fungsi, diantaranya adalah sebagai landasan berperilaku di masyarakat. Budi pekerti memang harus diajarkan sejak dini kepada anak. Hal ini dilakukan karena dapat mendorong kebiasaan berperilaku anak tersebut supaya memiliki moral dan etika yang baik. Budi pekerti anak dapat diajarkan melalui keteladanan, pola hidup sederhana, kegiatan spontan seperti sebuah tindakan sebab-akibat yang dilakukan pada saat itu juga misalnya peringatan tentang kesalahan yang dilakukan berupa teguran, sanksi atau sikap saling memaafkan. Selain itu budi pekerti dapat diajarkan melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin. Pendidikan budi pekerti ini memiliki fungsi sebagai berikut :

    Media pengembangan, yaitu sebagai tahap tingkatan agar dapat berperilaku yang lebih baik di keluarga maupun masyarakat.

    Penyaluran, yaitu sebagai sarana memanfaatkan keahlian tertentu agar semakin tersalurkan dengan optimal serta dapat bermanfaat untuk orang lain.

    Perbaikan, yaitu sebagai tahap evaluasi tindakan. Supaya jika tanpa sengaja terjadi kesalahan, maka dengan mudah dapat memperbaiki kesalahan tersebut.

    Pencegahan, yaitu tahapan yang berfungsi untuk mencegah segala tindakan dan perilaku yang dinilai buruk atau kurang baik di masyarakat.

    Pembersih, yaitu rasa tanggung jawab secara psikologis. Seperti menjauhi perasaan sombong, pendendam, pemarah, iri hati, dan lebih memiliki rasa tenggang rasa, menghormati, sopan santun, dan lain sebagainya.

    Filter, yaitu sebagai media penyaring kebudayaan yang sesuai dengan budi pekerti dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

   
Contoh Budi Pekerti

Budi pekerti memiliki beberapa contoh konkret yang dapat ditunjukkan melalui tindakan yang dilakukan sehari-hari oleh seorang individu di masyarakat. Beberapa contoh budi pekerti yang biasanya terjadi di masyarakat antara lain adalah sebagai berikut :

1. Bicara dengan Sopan

Seseorang yang memiliki budi pekerti pasti menerapkan sikap dan perilaku sopan baik kepada anak muda dan terlebih lagi kepada orang lain yang lebih tua. Misalnya pada saat berbicara seseorang tersebut akan berbicara dengan sopan santun dan tutur kata yang santun dan lembut. Gaya bicara dan penuturan yang diucapkan juga menggunakan intonasi yang tidak tinggi serta tidak melibatkan emosi yang berlebihan. Contoh untuk sikap ini sangat banyak dan beragam, misalnya seorang murid terhadap guru, seorang rekan kerja dengan rekan kerja yang lain, seorang anak kepada ibu, dan lain sebagainya.

2. Sikap Rendah Hati

Sikap yang rendah hati diwujudkan dalam tindakan maupun perilaku yang tercermin melalui perbuatan nyata antara individu dengan orang lain baik suatu kelompok maupun masyarakat. Sikap rendah hati ini juga terkait dengan sikap sopan dan tidak menyombongkan diri. Salah satu contoh sikap rendah diri adalah ketika seorang murid menjadi juara sekolah dan tidak menyombongkan kepintarannya dalam hal tersebut, maka seseorang tersebut dapat dikatakan memiliki budi pekerti yang baik.
Perbedaan Budi Pekerti, Moral dan Etika

Budi pekerti merupakan sebuah kebiasaan yang diperoleh sejak kecil. Budi pekerti yang diajarkan di keluarga akan mengajarkan tentang norma dan moral yang dapat diterima dan dinilai baik di masyarakat. Contohnya adalah ajaran untuk saling berbagi kepada satu sama lain dan tidak berebutan serta mau mengalah (berbagi mainan kepada kakak/adik), saling memaafkan, dan lain sebagainya. Menurut budi pekerti orang Jawa, hal-hal yang biasa dilakukan misalnya adalah berperilaku yang halus dan sopan, menggunakan bahasa halus (kromo) kepada orang yang lebih tua atau yang lebih dihormati, memahami dan mengajarkan kearifan serta pepatah Jawa, misalnya suatu hal yang dianggap “ora ilok” (Jawa : tidak baik) maka hal tersebut harus dipatuhi. Misalnya ora ilok makan sambil berdiri, ora ilok makan di dekat pintu, dan hal-hal yang lainnya. Aturan-aturan Jawa tersebut sebenarnya memberikan kearifan-kearifan lokal yang mengajarkan tentang moral dan budi pekerti yang baik.
Contoh Etika
Etika yang berlaku pada suatu kelompok masyarakat tentu berbeda dengan etika yang berlaku di kelompok masyarakat yang lain, begitu pula dengan etika organisasi. Etika tentu berkaitan tentang penilaian baik dan buruk, atau benar dan salah tentang suatu perkataan maupun perbuatan dalam sebuah kelompok masyarakat. Hal ini yang juga berlaku dalam sebuah organisasi. Seseorang dalam organisasi atau kelompok harus memberikan opini dan pendapat secara jujur dan terbuka kepada kelompoknya. Misalnya dalam sebuah meeting internal organisasi untuk membicarakan suatu rencana penyuluhan di desa tertentu. Maka seseorang yang beretika akan menyampaikan pendapatnya secara jujur tanpa ada yang ditutupi mengenai baik kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi ketika acara berlangsung. Tentu penyampaian pendapat ini tidak dengan nada bicara seakan menggurui atau sombong, tidak menggunakan intonasi tinggi, serta disampaikan dengan cara penyampaian yang sopan agar tetap menghormati anggota organisasi yang lainnya. Dengan melakukan hal tersebut, maka secara otomatis juga telah melakukan etika berbicara yang baik serta. Sedangkan contoh etika pergaulan adalah etika yang mengharuskan untuk bertindak dan berperilaku yang baik dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Etika pergaulan yang dapat membuat orang lain nyaman dalam berteman contohnya adalah bersikap sopan santun, mampu mengendalikan emosi diri, tidak menyinggung perasaan orang lain, bertanggung jawab, dan lain sebagainya.
Pelanggaran Moral

Seseorang yang melanggar norma dianggap tidak memiliki moral yang baik. Beberapa contoh hal-hal yang dianggap sebagai pelanggaran moral misalnya saja adalah pembajakan, stalking, dan pemalsuan uang. Pembajakan ini bisa beraneka ragam, misalnya pembajakan lagu, pembajakan film, pembajakan hak cipta, dan lain sebagainya. Pelanggaran moral dalam hal stalking misalnya saja adalah tindakan menguntit atau mengikuti dengan hati-hati seseorang dengan maksud dan tujuan tertentu. Misalnya menguntit sekelompok murid-murid atau mahasiswi untuk tujuan hal-hal yang tidak baik. Kemudian salah satu pelanggaran moral yang dapat dianggap sangat serius adalah tindak pemalsuan uang. Hal ini mengakibatkan tidak hanya sanksi sosial melainkan tuntutan ancaman pidana dan tindakan dengan jalur hukum.
Peran Budi Pekerti, Moral dan Etika dalam Bekerja

Budi pekerti, moral, dan etika memiliki beberapa peran dan fungsi penting dalam bidang pekerjaan. Dalam dunia kerja, seseorang yang memiliki ketiga sikap ini akan mendapatkan keuntungan diantaranya adalah peningkatan kinerja yang dapat digunakan di pelayanan masyarakat. Ciri-ciri seseorang yang memiliki etika bisnis diantaranya adalah memiliki etos kerja yang baik dan bertanggung jawab, dapat melayani dengan baik, serta memiliki budi pekerti unggul dalam bekerja.

Perbedaan Etika, Budi Pekerti Dan Moral

Read More

Sebuah bisnis tentu memiliki beberapa sumber modal utama, baik untuk permulaan atau start-up maupun untuk pengembangan dan operasional perusahaan. Sumber modal bermacam-macam, ada yang merupakan hasil kerjasama dengan partner, modal dari investor, serta sumber modal lainnya misalnya melalui kredit atau hutang. Hutang dibedakan menjadi hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang. Sumber modal ini diperlukan untuk mendanai / membiayai keperluan perusahaan yang cukup banyak dan beragam, mulai dari keperluan untuk proses produksi, pengiriman, promosi / marketing, gaji karyawan, pengembangan produk, hingga biaya operasional seperti pembelian mesin-mesin dan perawatan mesin tersebut.

Jika menginginkan kemajuan perusahaan dalam jangka waktu panjang, maka kebutuhan-kebutuhan perusahaan baik yang primer maupun sekunder, kebutuhan urgent maupun tidak urgent tetap diperlukan dan tidak dapat terhindarkan sehingga sebuah perusahaan tentu memiliki hutang jangka panjang. Hutang ini biasanya dipergunakan untuk keperluan operasional seperti pembelian mesin-mesin yang bersifat pemakaian jangka lama, penambahan modal kerja permanen, perluasan lokasi perusahaan, akuisisi, dan hal yang bersifat permanen atau jangka panjang lainnya.

Memiliki hutang dalam sebuah bisnis memang tergolong hal yang umum dilakukan bagi sebuah perusahaan. Hutang ini sendiri juga terdiri atas berbagai macam cakupan dan terdiri atas berbagai macam jenis. Hutang jangka panjang lebih diminati oleh para pelaku bisnis yang memiliki goal dan capaian yang harus dicapai dalam waktu jangka panjang.

Memang pada dasarnya memiliki hutang, apalagi dalam jumlah besar tidak baik bagi kesehatan perusahaan. Namun hutang dirasa dirasa sebuah kebutuhan yang tidak dapat dihindari apabila perusahaan ingin lebih maju dan berkembang. Maka dari itu pelaku bisnis lebih memilih untuk memiliki hutang jangka panjang untuk melunasi hutang karena nominalnya yang besar, maka pembayaran dan pelunasannya pun biasanya juga membutuhkan waktu yang lama.
Pengertian Hutang Jangka Panjang

Hutang jangka panjang adalah hutang perusahaan yang memiliki tenggat waktu pembayaran atau jatuh tempo yang biasanya lumayan lama, bisa mencapai satu periode akuntansi (1 tahun) atau lebih. Biasanya, biaya pembayaran atau pelunasan hutang jangka panjang ini diperoleh melalui sumber-sumber dana yang bukan berasal dari kas perusahaan, investasi jangka pendek, persediaan stok barang / produk di gudang yang belum digunakan, piutang dagang, dan lain sebagainya yang biasanya termasuk kedalam aktiva lancar. Untuk pelunasan hutang jangka panjang biasanya menggunakan aktiva tidak lancar. Yang dimaksud dengan aktiva tidak lancar adalah aset atau kekayaan yang memiliki nilai waktu ekonomis yang cenderung relatif permanen atau jangka panjang serta tidak akan mudah habis dalam sebuah periode cash flow operasional perusahaan selama satu tahun. Contohnya adalah aset-aset perusahaan berupa investasi jangka panjang, saham, dan lain sebagainya.

Menurut ilmu akuntansi keuangan menengah, yang termasuk kedalam hutang jangka panjang salah satunya adalah tentang hutang obligasi. Obligasi sendiri adalah sebuah pinjaman yang diberikan pemilik sebuah perusahaan kepada perusahaan lainnya. Obligasi adalah surat hutang jangka panjang yang diterbitkan oleh sebuah perusahaan atau pemerintah dengan nilai nominal dengan waktu jatuh tempo tertentu yang telah disepakati sebelumnya. Obligasi ini memang memiliki arti sebaliknya dari saham, dimana saham adalah memberikan hak kepemilikan kepada orang yang berlaku sebagai pemegang saham tersebut.

Hutang jangka panjang menurut Kieso adalah sebuah kewajiban atau beban di masa depan untuk membayarkan hutang akibat dari penundaan pembayaran hutang yang seharusnya dilakukan pada saat siklus satu tahun atau lebih operasi operasional perusahaan. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa hutang dibagi menjadi dua kategori yaitu hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang. Perbedaannya dengan hutang jangka pendek adalah hutang jangka pendek harus segera dibayarkan dan dilunasi pembayarannya selama kurang dari satu periode akuntansi (kurang dari 1 tahun).

Dalam mendapatkan sebuah pinjaman atau hutang jangka panjang memang tidak mudah, hal ini memerlukan beberapa jaminan dan persyaratan tertentu. Jaminan hutang jangka panjang ini bermacam-macam, diantaranya adalah jaminan barang tak bergerak. Yang termasuk kedalam jaminan barang tak bergerak adalah aset-aset seperti sertifikat tanah dan bangunan / gedung, dan rumah. Hutang jangka panjang atau long term debt ini memiliki pembayaran jatuh tempo sekitar 5-20 tahun. Waktu pembayaran ini tergantung kesepakatan dari kedua belah pihak dan kemampuan pihak yang mengajukan hutang jangka panjang untuk melakukan pembayaran yang telah telah disepakati sebelumnya.

Hutang jangka panjang memiliki rasio ekuitas atau jumlah perbandingan mengenai aktiva bersih perusahaan yaitu jumlah aktiva yang telah dikurangi kewajiban pembayaran-pembayaran perusahaan. Rasio ekuitas terhadap total aktiva merupakan perbandingan antara hutang jangka pendek, hutang jangka panjang serta jumlah seluruh aktiva perusahaan. Rasio ekuitas merupakan hasil dari selisih aktiva yang dimiliki perusahaan setelah dikurangi hutang lancar dan hutang jangka panjang.
Jenis-jenis Hutang Jangka Panjang

Hutang jangka panjang memiliki beberapa jenis, beberapa contoh hutang jangka panjang diantaranya adalah sebagai berikut :

    Hutang hipotek, yaitu hutang yang muncul dikarenakan adanya pendapatan dana yang berasal dari hutang yang menggunakan jaminan harta tetap. Harta tetap atau barang tak bergerak misalnya saja adalah sertifikat tanah, sertifikat gedung / bangunan, rumah, dan lain sebagainya. Apabila nantinya peminjam tidak mampu melunasi hutang sessuai tenggat waktu yang telah dilakukan, maka pemberi pinjaman memiliki hak untuk menyita dan menjual barang yang dijaminkan tersebut untuk kemudian diambil dananya menurut kekurangan hutang yang belum dilunasi. Hutang hipotek biasanya hanya dapat diperoleh melalui salah satu sumber saja, misalnya hanya kepada bank.

    Hutang obligasi, yaitu hutang yang timbul karena adanya dana yang telah didapatkan melalui terbitnya surat-surat obligasi. Seseorang yang membeli obligasi merupakan pemegang obligasi. Hal-hal yang biasanya tercantum dalam surat obligasi antara lain adalah nominal obligasi, tanggal pelunasan obligasi, bunga per tahun, serta ketentuan-ketentuan lain sesuai jenis obligasi yang telah disepakati oleh kedua belah pihak, yaitu peminjam dan pemberi pinjaman.



Sedangkan hutang wesel atau wesel bayar, termasuk kedalam jenis hutang jangka pendek. Hutang wesel adalah sebuah surat pernyataan kesanggupan pembayaran nominal tertentu dan tanggal yang telah disepakati bersama untuk diharuskan melakukan pembayaran kepada pihak pemberi pinjaman di masa depan. Yang termasuk hutang wesel antara lain adalah wesel yang dibuat dalam rangka kegiatan normal perusahaan, pinjaman yang disertai wesel, hutang wesel jangka panjang yang segera jatuh tempo, pendapatan diterima dimuka, hutang binus karyawan, hutang gaji dan upah, dan lain sebagainya. Hutang wesel dapat dibagi menjadi dua yaitu hutang wesel tidak berbunga dan hutang wesel berbunga.

Sumber hutang jangka panjang dapat diperoleh melalui berbagai sumber, diantaranya adalah dari perusahaan lain, investor, maupun bank. Hutang jangka panjang bank memiliki beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Besarnya pinjaman yang yang bisa dipinjam dari bank biasanya disesuaikan dengan kemampuan perusahaan dalam membayar, seperti kelancaran keuangan perusahaan, laba yang diperoleh, kas perusahaan, jaminan sertifikat-sertifikat bangunan / tanah, dan lain sebagainya yang berfungsi sebagai bahan pertimbangan bank dalam menyetujui sebuah pengajuan pinjaman perusahaan.
Resiko Hutang Jangka Panjang

Memiliki hutang jangka panjang selain menguntungkan dan dapat memberikan manfaat kepada perusahaan, namun juga memiliki beberapa resiko. Beberapa resiko hutang jangka panjang diantaranya adalah     :

    Semakin lama jangka waktu peminjaman dana dan pelunasannya maka resiko juga akan semakin tinggi

    Hanya dapat memperoleh sumber dana yang terbatas dari hasil pinjaman

    Hutang merupakan beban tetap yang harus ditanggung oleh perusahaan

    Memiliki tenggat waktu jatuh tempo pembayaran hutang yang sudah pasti / tetap

    Kemungkinan nilai saham perusahaan akan turun akibat tingkat tinggi atau rendah jumlah pinjaman

Keuntungan Hutang Jangka Panjang

Selain harus siap dihadapkan dengan resiko, memiliki hutang jangka panjang dengan obligasi memiliki beberapa keuntungan, diantaranya adalah :

    Bunga obligasi yang lebih rendah apabila dibandingkan dengan deviden yang harus dibayarkan kepada pemegang saham.

    Mengurangi kewajiban pajak, hal ini dikarenakan bunga pinjaman merupakan biaya yang dibebankan kepada perusahaan. Sedangkan deviden merupakan pembagian laba yang tidak dapat dikategorisasikan sebagai pembebanan biaya.

    Pemilik obligasi tidak akan memiliki hak suara dalam perusahaan, sehingga tidak akan mempengaruhi manajemen dan operasional harian perusahaan.

Manajemen Hutang Jangka Panjang

 Apabila seseorang telah memiliki pinjaman berupa hutang jangka panjang dalam perusahaannya, maka hal penting yang harus dilakukan oleh manajemen perusahaan adalah membuat neraca hutang jangka panjang yang dimiliki. Neraca keuangan ini terdiri atas aktiva dan pasiva. Neraca adalah laporan keuangan perusahaan dalam satu periode akuntansi (1 tahun) yang bertujuan untuk menghitung tentang laporan keuangan perusahaan, yaitu seperti biaya pemasukan, biaya keluar masuk dana perusahaan, serta biaya operasional atau tingkat kelancaran keuangan perusahaan pada akhir periode akuntansi tersebut. Neraca keuangan akan menjadi sebuah dasar untuk menentukan keputusan keuangan perusahaan di masa depan.

Keuntungan Dan Kerugian Hutang Jangka Panjang

Read More


Negosiasi atau yang biasa disebut sebagai proses tawar-menawar adalah hal yang umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya terjadi pada lingkungan bisnis dan pekerjaan, negosiasi juga kerap terjadi pada organisasi dan komunitas masyarakat pada umumnya. Contoh kasus negosiasi jual beli yang kerap terjadi adalah pada saat terjadi tawar-menawar sebelum melakukan transaksi pembelian suatu barang. Hal yang umum terjadi adalah adanya negosiasi penurunan harga atas barang tertentu. Seorang pembeli tentu umumnya melakukan negosiasi harga terlebih dahulu kepada penjual agar bisa mendapatkan harga yang terendah. Tentu proses negosiasi harga ini hanya dapat terjadi di tempat-tempat yang lebih fleksibel dan tidak menerapkan fixed price seperti contohnya di pasar-pasar tradisional. Namun apabila transaksi terjadi di sebuah toko atau swalayan yang menerapkan fixed price, tentu proses negosiasi tidak dapat terjadi.

Negosiasi tidak hanya dapat terjadi pada masyarakat umum yang berhubungan dengan proses jual beli, negosiasi juga dapat terjadi di lingkungan bisnis. Negosiasi bisnis biasanya terjadi antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lainnya. Hal yang dapat dinegosiasikan dapat mencakup banyak hal, misalnya tentang saham, kontrak sebuah proyek, perjanjian kerjasama bisnis, perluasan atau ekspansi perusahaan, dan lain sebagainya.

Negosiasi dilakukan biasanya karena ada satu pihak yang merasa kurang puas atau kurang sesuai terhadap suatu hal, sehingga perlu untuk membuat kesepakatan lagi melalui sebuah metode negosiasi. Proses negosiasi tidak hanya terjadi di lingkungan bisnis, dan lingkungan tempat jual beli. Negosiasi juga dapat terjadi pada sebuah keluarga. Banyak negosiasi yang dapat terjadi di dalam sebuah keluarga, misalnya saja negosiasi untuk menentukan lokasi pembelian rumah, negosiasi keputusan pemilihan sekolah untuk anak, dan lain sebagainya.


Pengertian Negoisasi

Sebenarnya apa itu negosiasi? Negosiasi artinya adalah sebuah upaya tawar menawar yang dirasa perlu untuk dilakukan sebelum terjadi sebuah kesepakatan antara kedua belah pihak yang melakukan negosiasi. Negosiasi terjadi karena belum adanya kesesuaian hal antara kedua belah pihak, maka salah seorang tersebut merasa perlu untuk menawar kembali hal yang sedang dibahas tersebut, bisa mengenai harga kesepakatan lainnya.

Banyak orang yang merasa bingung dengan perbedaan antara istilah negosiasi atau negoisasi. Sebenarnya kata negoisasi adalah kata yang salah karena tidak memiliki arti menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Sehingga kata yang benar adalah negosiasi dan bukannya negoisasi. Negosiasi adalah sebuah cara yang dapat ditempuh demi mendapatkan suatu keputusan atau kesepakatan kedua belah pihak melalui sebuah cara komunikasi yang baik, dan diskusi yang terarah. Negosiasi tidak hanya dilakukan untuk menemukan sebuah perjanjian, kesepakatan, maupun kerjasama, tetapi juga dalam rangka untuk mempengaruhi keputusan orang lain.

Negosiasi biasanya dilakukan antara dua pihak, yaitu pihak pertama dan pihak kedua. Namun tidak jarang proses negosiasi melibatkan pihak ketiga yang biasanya disebut sebagai negosiator. Negosiator adalah orang yang memiliki skill negosiasi serta etika komunikasi bisnis yang baik. Negosiasi berbeda dengan lobi, dimana negosiasi biasanya bersifat formal dan lobi bersifat informal. Proses lobi ini tidak terikat waktu dan tempat serta dapat dilakukan sewaktu-waktu dalam waktu yang tidak terbatas. Negosiasi terikat oleh waktu dan tempat yang terbatas.
 Karakter Negosiasi

Proses negosiasi memiliki beberapa karakteristik penting untuk membentuk komponen-komponen dari sebuah negosiasi. Beberapa karakteristik dalam negosiasi antara lain adalah sebagai berikut :

1. Terdiri dari minimal dua orang atau lebih.

Sebuah negosiasi tidak akan dapat berjalan jika hanya ada satu orang. Dibutuhkan setidaknya dua orang atau lebih untuk melakukan negosiasi dua arah. Bisa antara penjual dan pembeli, negosiasi ayah dan anak, negosiasi pemilik perusahaan dengan investor, dan lain sebagainya.

2. Adanya hal yang dinegosiasikan dan bukan tidak mungkin dapat timbul masalah.

Sebuah negosiasi tidak akan bisa disebut sebagai sebuah negosiasi apabila tidak ada hal yang dinegosiasikan atau didiskusikan antara kedua belah pihak. Masalah yang dapat timbul biasanya diakibatkan oleh tidak adanya kata sepakat atau keputusan bersama atas negosiasi yang telah dilakukan. Sebuah masalah dan konflik bisa saja muncul karena tidak ada pihak yang mau mengalah dengan pendapat pihak lainnya.

3. Melibatkan barang atau jasa.

Proses negosiasi biasanya selalu melibatkan sebuah barang maupun jasa yang dirundingkan atau didiskusikan kedua belah pihak. Barang atau jasa tersebut merupakan sebuah poin penting yang menjadi alasan utama mengapa sebuah negosiasi perlu untuk dilakukan.

4. Melibatkan orang lain.

Sebuah negosiasi kadang juga memerlukan bantuan pihak ketiga yang disebut sebagai negosiator. Dimana negosiator ini berperan sebagai pihak ketiga atau penengah apabila pihak pertama dan kedua yang melakukan negosiasi tidak dapat menemukan titik temu kesepakatan. Seorang negosiator biasanya memiliki kemampuan skill negosiasi yang baik.

5. Menggunakan bahasa lisan, ekspresi wajah, dan gerak tubuh.

Negosiasi dilakukan dengan penuturan dan penyampaian kata-kata yang jelas, sehingga maksud yang ingin dicapai dapat disampaikan dengan baik. Penyampaian kata-kata tersebut menggunakan bahasa lisan yang mudah untuk dipahami tanpa penambahan kata-kata yang berbelit-belit dan tidak jelas. Negosiasi biasanya juga menggunakan tambahan ekspresi wajah dan gerak tubuh yang sesuai untuk mendukung penyampaian maksud yang ingin disampaikan.

6. Adanya kesepakatan kedua belah pihak.

Negosiasi pada akhirnya akan mendapatkan sebuah keputusan bersama antara kedua belah pihak. Walaupun pada prosesnya tidak jarang timbul konflik dan pertentangan antara kedua belah pihak yang tidak mau mengalah dengan pendapat masing-masing. Keputusan didapatkan setelah salah satu pihak mau mengalah dan mau menyepakati keputusan yang diutarakan oleh pihak yang lainnya.

7. Dalam suatu kelompok untuk pengambilan keputusan kelompok.

Negosiasi tidak hanya dapat dilakukan oleh perorangan atau antara satu individu dengan individu yang lainnya. Negosiasi juga dapat dilakukan dalam suatu kelompok atau organisasi. Biasanya negosiasi dalam kelompok dilakukan untuk dalam rangka untuk mengambil sebuah keputusan kelompok.


Tujuan Negosiasi

Negosiasi dilakukan untuk mendapatkan sebuah keputusan bersama atas suatu hal yang diperdebatkan. Selain itu, tujuan utama dilakukannya sebuah negosiasi adalah sebagai berikut :

    Untuk menyelesaikan konflik atau perdebatan yang timbul akibat adanya perbedaan pendapat dalam sebuah negosiasi.

    Untuk mendapatkan kesepakatan dan jalan keluar dari hal-hal yang dinegosiasikan.

    Untuk menghindari hal-hal negatif yang dapat timbul dari proses negosiasi seperti perbedaan pendapat dan pertikaian karena tidak mau mengalah mempertahankan pendapat.

    Untuk meleburkan dan menyatukan beberapa perbedaan pendapat agar diperoleh suatu negosiasi yang berhasil.


Teknik Negosiasi

Negosiasi memiliki beberapa tahapan dan proses. Tahapan negosiasi biasanya diawali dengan penyampaian pendapat seseorang kepada pihak lainnya. Hal ini kemudian dilanjutkan dengan bagaimana tanggapan pihak kedua tersebut menanggapi pendapat pihak pertama. Apabila pihak kedua langsung setuju dengan hal yang disampaikan oleh pihak pertama, maka negosiasi tidak perlu dilakukan. Namun apabila pihak kedua kurang setuju dan memiliki pendapat lain tentang suatu hal tersebut, maka akan dilakukan negosiasi sampai menemukan kesepakatan antara kedua belah pihak.

Salah satu cara negosiasi yang dapat dilakukan adalah melalui komunikasi terarah yang dilakukan dengan cara berdiskusi.  Negosiasi yang baik dilakukan oleh seseorang yang tahu dan mengerti kapan harus negosiasi dan kapan harus berhenti berbicara untuk mendengarkan pendapat yang disampaikan pihak kedua. Seseorang tersebut harus melihat dan membaca situasi dan keadaan baik kondisi psikologis lawan bicaranya, maupun posibilitas hal yang ingin dinegosiasikan.

Negosiasi efektif dilakukan melalui teknik negosiasi yang dimiliki oleh seseorang yang memiliki skill negosiasi yang baik. Seorang negosiator mampu membaca situasi dimana dia harus melanjutkan proses negosiasi atau harus menunggu terlebih dahulu. Yang terpenting dalam negosiasi memang tidak hanya menyampaikan pendapat yang ingin disampaikan, namun juga mendengar dan memahami apa yang ingin disampaikan lawan bicara. Dengan memahami maksud yang ingin disampaikan pihak kedua, maka seseorang setidaknya dapat mengatur strategi lainnya dalam bernegosiasi. Jurus-jurus dalam negosiasi bermacam-macam, antara lain dibagi kedalam quadrant negosiasi sebagai berikut :

    Membuat target pencapaian negosiasi. Tentu seseorang yang melakukan negosiasi memiliki target dan goal yang ingin dicapai dalam negosiasi tersebut.

    Melakukan riset yang komprehensif. Pengetahuan yang luas dapat digunakan sebagai landasan pendapat dalam sebuah diskusi negosiasi.

    Fokus tujuan utama negosiasi. Harus ada batasan dalam bahasan topik yang ingin dibahas. Jangan sampai hal yang dibahas menjadi tidak menentu dan berkembang hingga keluar dari topik utama yang ingin dibahas.

    Bersikap adil dengan pendapat pihak lain. Bersikap sangat kaku dan mengunggulkan pendapat pribadi dapat membuat lawan bicara menjadi tidak nyaman. Dan hal ini dapat berakibat negosiasi berjalan tidak lancar.

    Menyiapkan alternatif win-win solutions. Apabila negosiasi sudah berjalan cukup lama namun belum menemukan kesepakatan, maka Anda dapat menawarkan kesepakatan lain yang juga dapat menguntungkan kedua belah pihak.

       
Yang Harus Dihindari dalam Negosiasi

Melakukan negosiasi tentu tidak dilakukan dengan cara-cara negatif seperti pemaksaan. Beberapa hal yang harus dihindari dalam negosiasi adalah sebagai berikut :

    Selalu berusaha untuk memenangkan pendapat di setiap situasi

    Tidak mau mengerti dan menghormati pendapat orang lain

    Fokus pada diri sendiri, bukan pada pokok persoalan

    Menilai sebuah negosiasi sebagai sebuah konfrontasi

    Mudah menyalahkan orang lain

    Emosional dan mudah marah

Pengertian Teks Negoisasi
Negosiasi memiliki salah satu komponen lain yaitu teks negosiasi. Pengertian teks negosiasi adalah sebuah teks yang berisi interaksi sosial antara pihak satu dengan pihak lainnya karena perbedaan kepentingan atau sebuah pertentangan yang menyebabkan kedua belah pihak ini harus menyelesaikan permasalahan tersebut melalui suatu kesepakatan kedua belah pihak. Struktur teks negosiasi ini terdiri atas pembukaan, isi, dan penutup. Salah satu contoh teks negosiasi biasanya berisi hal-hal sebagai berikut :

1. Pembukaan

Berisi teks atau kata-kata pembukaan yang berisi sapaan, kata basa-basi, perkenalan diri, serta hal-hal yang bersifat kalimat utama sebagai pengiring topik utama.

2. Isi

Bagian ini membahas inti pembahasan, dimana bagian ini dibagi menjadi dua hal yaitu penyampaian maksud yang diinginkan serta pilihan tawar-menawar atau negosaisi penyelesaian masalah.

3. Penutup

Penutup berisi harapan-harapan atas hal yang telah disampaikan. Harapan biasanya tentang persetujuan atau kesepakatan negosiasi. Selain itu, penutup berisi ucapan terimakasih dan kata-kata penutup.

Sumber: ciputrauceo

Cara Negosiasi Yang Baik

Read More